
Jakarta, Oktober 31 2021 – We would like to welcome PT Merdeka Copper Gold Tbk (Merdeka Copper Gold) as a new customer of iSystem Asia at the end of October 2021. It’s a strong movement from Merdeka Cooper Gold to pursue their dream to be the global leader in the Indonesian mining and metal industry through digital transformation. In order to start their initiatives to do the digital transformation, iSystem Asia brings the no-code technology from Creatio as a new solution to accelerate the digital transformation process and development.Read more…

Jakarta, February 14, 2022—bank bjb, as a Regional-Owned Enterprise (BUMD) of West Java and Banten which has the main office in Bandung, has aspirations to become the best choice for the community. bank bjb faces a significant task in pushing the pace of the area economy as the government’s partner for regional financial management. Bank BJB recognizes that change is required to meet this challenge, and iSystem Asia offers the solution.Read more…

Jakarta, January 4, 2022—PT Cipta Futura, which currently owns an oil palm plantation in Muara Enim, South Sumatra, has the vision to become a sustainable plantation integrated with the surrounding community and the environment.
Not only that, but PT Cipta Futura, or CIFU, is a corporation that places a premium on employee camaraderie. CIFU prioritizes warehouse management processes rooted in the company’s culture and vision to make workers’ jobs easier.
Rilis Creatio 8.0 Atlas menghadirkan konsep baru dari keunggulan teknologi no-code yang dikelompokan dalam tiga inovasi utama: No-Code Console, Freedom UI, dan Composable Approach
Boston, MA – 8 Februari 2022 – Hari ini Creatio merilis Creatio 8.0 – merupakan evolusi platform dengan peningkatan tools yang telah jauh melampaui versi sebelumnya, dikembangkan demi menciptakan kebebasan bagi pengguna dalam membangun aplikasi dan mengautomasi workflow perusahaan secara maksimal dengan teknologi no-code. Pembaruan akan tersedia untuk semua pengguna Creatio mulai dari hari ini dan compatible dengan versi sebelumnya. Perilisan ini memperkenalkan beberapa inovasi penting yang ditunggu-tunggu seperti No-Code Console yang solid, tampilan canvas UI (User Interface) designer yang diperbarui (Freedom UI), dan Composable Approach untuk membangun suatu aplikasi.

Dulu kita harus belajar berbagai kode rumit untuk membangun sebuah aplikasi, tapi seiring dengan perubahan zaman, revolusi IT terus menghadirkan teknologi dan inovasi baru yang memudahkan kita untuk membangun aplikasi, baik yang sederhana maupun aplikasi dengan kompleksitas tinggi.
Teknologi tersebut disebut No-Code atau yang secara harafiah disebut teknologi tanpa kode. Ternyata teknologi ini mampu menghadirkan sebuah solusi bagi para perusahaan untuk menciptakan aplikasi atau sistem bisnisnya sendiri yang berbasis digital.

JAKARTA, Investor.id – Menurut riset Gartner, pada 2025, sebanyak 75% perusahaan dunia akan menggunakan teknologi tanpa kode alias no-code. Ini dinilai sangat revolusioner, karena teknologi no-code tidak membutuhkan kode-kode rumit untuk membangun solusi bisnis berbasis teknologi di perusahaan, sehingga ahi IT tak diperlukan lagi.
Jumlah tersebut naik 300% lebih dibanding tahun 2020 yang hanya 25% perusahaan. Artinya, banyak perusahaan berlomba-lomba untuk menggunakan teknologi yang secara pengembangan dan fungsi sangat efisien.

JAKARTA, Investor.id – Dahulu kita harus belajar berbagai kode rumit untuk membangun sebuah aplikasi. Tetapi seiring dengan perubahan zaman, revolusi teknologi informasi (TI) terus menghadirkan teknologi dan inovasi baru yang memudahkan kita untuk membangun aplikasi, baik yang sederhana maupun aplikasi dengan kompleksitas tinggi.
Teknologi tersebut disebut no-code atau yang secara harafiah disebut teknologi tanpa kode. Ternyata teknologi ini mampu menghadirkan sebuah solusi bagi para perusahaan untuk menciptakan aplikasi atau sistem bisnisnya sendiri yang berbasis digital.

VIVA – Riset dari lembaga konsultasi Gartner menunjukkan, pada 2025 sebanyak 75 persen perusahaan dunia akan menggunakan teknologi No-Code, yang tidak membutuhkan coding rumit untuk membangun solusi bisnis berbasis teknologi di perusahaan. Angka tersebut naik lebih 300 persen dibanding 2020, yang hanya 25 persen perusahaan saja memanfaatkannya. Artinya, banyak perusahaan berlomba-lomba untuk gunakan teknologi yang secara pengembangan dan fungsi sangat efisien.

Jakarta, Beritasatu.com – Antusias dan penasaran dengan keberadaan teknologi No-Code yang dipaparkan pada konferensi “Accelerate: No-Code Revolution”. Apa sebenarnya teknologi ini? Apakah ada pelatihan tersendiri bagi karyawan yang tidak punya background IT? Apa saja kendalanya?
Begitulah respons audiens pada pembahasan teknologi No-Code pada acara konferensi “Accelerate: No-Code Revolution” yang berlangsung secara daring, 26 November 2021 lalu.
Managing Director iSystem Asia, Aina Neva Fiati, adalah salah satu narasumber hadir. Aina menuturkan, transformasi digital mengubah wajah industri. Namun dengan teknologi No-Code membuat setiap orang dapat terlibat peran di teknologi tanpa harus belajar coding yang rumit.

Jakarta, Beritasatu.com – Dulu kita harus belajar berbagai kode rumit untuk membangun sebuah aplikasi. Namun seiring perubahan zaman, revolusi IT terus menghadirkan teknologi dan inovasi baru yang memudahkan kita membangun aplikasi, baik yang sederhana maupun aplikasi dengan kompleksitas tinggi.
Teknologi tersebut disebut No-Code atau yang secara harfiah disebut teknologi tanpa kode. Ternyata teknologi ini mampu menghadirkan sebuah solusi bagi para perusahaan untuk menciptakan aplikasi atau sistem bisnisnya sendiri yang berbasis digital.